kumpulan puisi


BERSAMAMU WALAU SEJENAK
Oleh Hentya Dewi Qoriana

Kala ku merasa goyah
Sanubari ini tak mampu menahan gejolak
Nafsuku yang selalu membara
Dengan jemari dan alunan sayangmu
Kau memadamkannya

Mungkin aku tak mampu tuk bangkit
Dinding hatiku bagai lorong kosong
Hampa tak berwarna
Tapi, duniaku terasa lain
Ketika kau bisikkan kesejukan

Mungkin hanya kalbu yang merasa
Kilauan damai bersamamu
Walau hanya sejenak
Tapi, goresan warna darimu
Tak mungkin terhapuskan

===============================
SEPI ADALAH KATA
Oleh Cucuk Espe

Puisiku lahir dari sepi
Saat angin menyapa dendam
Saat dingin mengukir embun
Jatuh di atas bebatu tak mati
Meski badai mendera tanpa henti
Karena kata aku ada
Karena kata aku berjiwa
Karena kata sepiku bermakna

Puisiku lahir dari sepi
Saat ombak menggulung pantai
Terbang bagai pasang merpati
Berkabung di reruntuhan karang hati
Melukis di rentang jemari
–; Sepi akan selalu berganti

=====================
TANPAMU
Oleh Rika Damayanti

Sepinya membuatku takut akan kesendirian
dirimu bilang kan temani aku
tapi bukan di sini
dirimu jauh di sana dan tak nampak olehku

Aku ingin dirimu kembali
temani aku saat ini
aku bilang aku kesepian

Apa kau tak dengar jerit ku
aku masih menunggumu
aku masih dengan kesepian tanpamu

Dimana dirimu ?
aku masih tetap menunggu walau lelah
ingin ku pejamkan mata namun tak dapat
aku ingin lelap dan lupakanmu saat pagi menjelang

Ini sudah pagi..
namun apa yang kudapat
hanya sendiri lagi
dan masih tanpamu

Taukah dirimu seperti apa rasanya ?
menyendiri dalam keramaian
menangis saat mereka tertawa

Masih saja aku sendiri
dalam ramai dan kerinduan..

======================
GALAU
Oleh Mas’ud Marta

Kupejamkan mata aku sejenak.
meratapi kegelapan hidua aku tampa kamu di sisi aku.
bagai kan sebuwah malam tampa bintang.
sanggat gelap..

Suara rintihan hujan melengkapi kesepian aku di malam ini.
suwara suwara desisan agin yang menggoyangkan rerumputan.
seakan iya ingin meghibur aku yang lagi kesepian tampa kamu.

Aku igin malam ini cepat berahir.
dan di gantikan oleh matahari pagi yang sangat indah.
dan aku bisa membuka mata ini denggan seyuman aku.
bukan denggan tangis aku.

======================================
HILANGNYA KEINDAHANMU
Oleh Hana Aini Firdauzi

Dari hati pun tak menerpa ,
yang berbisik hanya tangisan berdengung .
kini raut bayangmu menelanku .
bertanya ku sejenak , syair ini pun ku alunkan .

Ku disini ,
tak tiadanya hadirmu yang menertawakanku .
ku disini ,
dalam kisaran waktu berdentang .
keberlaluan , mungkin menyapaku kembali .

Sebutan itu membalutku .
dalam arti ku berterima kasih ,
bahkan ketiadaanmu menjauhkanku dengan arti kebahagiaan

Sementara ku berjalan penuh ,
yang meski harus ku relakan .

=====================================

KOSONG
Oleh Indra Saputra

Berjalannya Pikiran yang kosong
Telah berperan untuk langkah yang kulalui
Seberapa kuat aku bersamanya
sampai kapan aku harus bertahan

Hati dan pikiran ini tak lagi bersatu
Kucoba dan terus kucoba
Memandang untuk kedepan
Dan melihat disekitar
apa yang bisa diambil dari ini

==============================
CINTA TERPENDAM
Oleh Salma Octavia Wisesa

Saat pertama kita berjumpa
Kurasakan ada getaran didada
Ku tidak beranggap itu cinta
tetapi semakin lama ku rasakan
aku merasa itu cinta

Ku kubur rasa itu dalam dalam
karena aku takut
kau tidak mempunyai
perasaan yang sama denganku

Lama aku kubur perasaan itu
tak sekalipun aku berani
untuk mengatakannya padamu
Apakah kamu juga punya perasaan sama denganku?

Tuhan,
bantu aku untuk mengetahuinya
dan bantu aku
untuk berani mengatakannya…

===========================
BUNGKAM
Puisi Afdlila

Terlalu gersang tuk kurasakan
Terlalu meroposkan raga serta batin
Terlalu malas tuk kembali kesinggasana
Karena terlalu lama duduk berteman senja sore

Hingga kini……
Relung kosong semakin menyempit
Terdesak oleh gunjingan suara asing
Lalu lalang dan hilir mudik
Semakin menyeruak kepenjuru dimensi tubuh
Tak ayal jika kurasakan ketidaknyamanan
Kegalauan ataupun kegelisahan

Tolonglah daku
Kutak sampai hati
Mengusir angin senja ini
Biarlah kuterpaku sendiri tanpa mereka tahu
Bila nanti semua tahu
Tentang apa yang kurasakan
Kukan tetap tersenyum pada mereka yang nanti tahu

======================================
DITINGGAL KEKASIH
Oleh Salma Octavia Wisesa

Kini kuhanya bisa membayangkan,
membaca aksara yang kau rangkai penuh makna
tanpa sanggup ku menyapa
dan hanya bisa mengenangmu dalam duka

Kini kau telah pergi
tanpa kau peduli tentang perasaanku
kau pergi dengan keangkuhanmu
kau tinggalkan kenangan yang hayakan rapuh ditelan waktu,
dan sisa sisa usiaku

Haruskah air mata ini mengalir setiap waktu?
haruskah kuhentikan
detak jantung dan nadiku untuk merindukanmu?
dan haruskah nyawa ini terpisah dari ragaku karena cintamu?
mungkinkah ini semua telah menjadi suratan takdirku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s